Tips Mengenali Minyak Esensial Berkualitas

Banyak orang beranggapan bahwa semua produk berlabel “essential oil” merupakan minyak esensial yang asli dan alami. Sayangnya, tidak semua produk tersebut berasal dari bahan alami atau asli dari tumbuhan. Seiring kemajuan teknologi, di pasaran banyak ditawarkan minyak esensial dari bahan kimia tanpa ada unsur tumbuhan sama sekali. Padahal prasyarat minyak esensial dan aromaterapi haruslah menggunakan minyak saripati tumbuhan.

Di luar negeri, AS dan Eropa misalnya, mengingat ketatnya peraturan dan sanksi yang diterapkan FDA dan MEE dalam menetapkan bahan yang akan dikonsumsi manusia, hampir bisa dipastikan bahwa bahan yang dicantumkan pada label adalah benar adanya. Minyak esensial berkualitas yakni alami dan tidak dicampur berlabel “pure essential oil“.

Minyak esensial berlabel “fragrance oil” atau “perfume oil” menandakan produk tersebut terbuat dari minyak esensial sintetis dan sama sekali tidak boleh digunakan pada perawatan aromaterapi. Minyak esensial sintetis hanya menduplikasi aromanya saja, bukan unsur aromatiknya yang justru bermanfaat bagi pengobatan. Harus diingat bahwa unsur life force dalam tumbuhan tidak tergantikan, seperti halnya hormon dan enzim yang terdapat dalam tubuh manusia.

Berikut ini tips mengenali minyak esential alami:

1. Teteskan pada kertas lalu tunggu beberapa jam. Minyak esensial tidak akan meninggalkan bekas sama sekali kerena mudah menguap, kecuali pada minyak esensial berwarna gelap seperti patchouli, chamomile jerman, sandalwood atau akarwangi. Selain jenis minyak-minyak tersebut, apabila meninggalkan bekas pada kertas seperti terkena minyak goreng (terlihat transparan) maka kemungkinan sudah dicampur pelarut atau minyak esensial sintetis.

2. Baui aromanya. Minyak esensial sintetis wanginya lebih tajam. Begitu pun apabila dicampur alkohol akan tercium.

3. Gunakan harga minyak esensial mawar (rose) atau melati (jasmine) yang sangat mahal sebagai patokan. Harga minyak mawar atau melati yang asli mencapai ratusan ribu rupiah per mililiter. Bila didapati harga jauh di bawah itu, kita patut curiga itu minyak sintetis. Selain itu, jika Anda menemukan aneka jenis minyak esensial dalam volume sama dengan harga yang sama sebaiknya jangan membelinya, sebab harga minyak essensial asli berbeda-beda tiap jenisnya.

4. Beberapa minyak tidak dapat dihasilkan secara alami seperti lily, lotus, magnolia, peach, strawberry, green tea, apel. Semuanya merupakan minyak sintetis kecuali bila harganya amat mahal.

5. Dikemas dalam botol kaca berwarna gelap, karena ia mudah rusak akibat sinar matahari dan panas.

Nah, kenali minyak esensial yang Anda beli agar mendapat khasiat aromaterapi yang sebenarnya.

Sumber: Aromaterapi Perawatan Alami untuk Sehat dan Cantik by Dr. Rachmi Primadiati

Advertisements

One thought on “Tips Mengenali Minyak Esensial Berkualitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s